Persoalan / Sengketa Daerah Perbatasan Negara Indonesia dengan Malaysia

Kehidupan di daerah perbatasan wilayah Republik Indonesia, sebagian besar masih memprihatinkan. Akibatnya, sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah perbatasan justru tidak memedulikan sengketa perbatasan yang terjadi antara Indonesia – Malaysia. Bahkan, menurut anggota Komisi V DPR, Lasarus, infrastruktur dan ekonomi Malaysia di daerah perbatasan lebih baik, sehingga banyak warga Camar Bulan dan Tanjung Datuk, di Kalimantan Barat, bersimpati kepada Malaysia. Lasarus mau tidak mau harus mengatakan bahwa posisi Indonesia dalam sengketa dua wilayah tersebut di atas, sangat lemah. Malaysia dengan infrastruktur dan kemampuan ekonomi lebih baik, menarik minat warga di dua perbatasan itu untuk mencari nafkah di Malaysia.
“Bagi mereka (penduduk Camar Bulan dan Tanjung Datuk) tidak terpikirkan soal perbatasan. Ini fakta yang ada. Mau batas maju, mau batas mundur, yang mereka pikirkan adalah hari ini makan apa, besok makan apa?…Tidak mungkin mereka mau jahat-jahat sama orang Malaysia. Karena apa? Karena mereka hampir setiap hari keluar masuk ke Malaysia,” jelas Lasarus.(DSY)

Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, menemukan fakta bahwa Malayia kembali mencaplok wilayah Indonesia di Kalimantan Barat. Patok yang diakui Malaysia, kata dia, tidak sesuai dengan Traktat London tahun 1824.“Traktat London merupakan kesepakatan penjajah dulu, Inggris dan Belanda mengenai batas kedua negara. Disebutkan batas kedua negara ini lurus,” jelas Hasanuddin dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Minggu 9 Oktober 2011.Pantauan Hasanuddin di lapangan, patok batas kedua negara melengkung ke arah wilayah Indonesia. Akibatnya, kata dia, Indonesia berpotensi kehilangan wilayah. Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia kehilangan 1.400 hektare tanah di Camar Bulan dan 80 ribu meter persegi di pantai Tanjung Datu.

“Patok yang ada saat ini tidak sesuai dengan perjanjian London itu. Jelas, ini menambah luas wilayah Malaysia,” kata dia. Hasanuddin berjanji akan memaparkan hasil penelusurannya ini di hadapan Komisi I DPR. “Saya pegang semua data dan peta.” Juru bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, batas wilayah RI-Malaysia di daerah Kampung Camar, Kalimantan Barat (Kalbar), saat ini masih dalam tahap perundingan. Hal itu diungkapkannya menanggapi pernyataan anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin yang mengatakan wilayah Indonesia di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia berkurang sebesar 1.400 hektare di wilayah Camar Bulan, dan 80.000 meter persegi di Tanjung Batu.

“Indonesia dan Malaysia memiliki batas perairan di wilayah Kalimantan Barat. Saat ini, kedua pemerintah masih merundingkan batas wilayah maritim dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di daerah tersebut. Perundingan selanjutnya akan berlangsung pada 16-18 Oktober mendatang,” kata Michael, Minggu (9/10/2011). Michael menegaskan, pemerintah Indonesia dalam setiap perundingan perbatasan selalu mengedepankan kepentingan nasional dan berpedoman kepada Konvensi Hukum Laut yang dibuat PBB (UNCLOS).

Persoalan perbatasan wilayah Indonesia bukan hanya dengan Malaysia dan Singapura. Direktur Perjanjian Internasional, Politik dan Keamanan Wilayah Kementerian Luar Negeri, Rachmat Budiman, menyebut terdapat masalah dengan lima negara tetangga lainnya.

Dengan ketujuh negara itu yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Thailand dan India, Indonesia sudah melakukan perundingan. Dan, perundingan intens berlangsung dengan Malaysia dan Singapura. Sementara dengan Vietnam, Indonesia sedang merundingkan proses garis batas zona ekonomi eksklusif.

Referensi :

http://iswavy.blogspot.com/2011/04/penyebab-sengketa-internasional.html

http://www.metrotvnews.com/index_2011.php/read/newsvideo/2011/10/12/137678/Lasarus-Soal-Sengketa-Perbatasan-Indonesia-Lemah

http://www.mimbar-opini.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4509

 

About these ads

Tentang kikirizkiyah

tergantung orang yang menilai
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s