Just another WordPress.com site

Pemakai laporan keuangan dapat dibedakan menjadi beberapa pihak yaitu :

  1. Pihak internal (manajemen dan karyawan perusahaan)
  2. pihak eksternal (pemegang saham, kreditor, pemerintah, pemasok, komsumen an masyarakt umum lainnya)

masing-masing pihak tersebut mempunya kepentingan sendiri terhadap laporan keuangan perusahaan, sehingga terjadi pertentangan satu sama lain. menurut Jin dan Machofoedz (1998) pertentangn yang dapat terjadi antara pihak-pihak tersebut adalah :

  1. Manajemen berkeinginan meningkatkan kesejahteraannya sedangkan pemegang saham berkeinginan meningkatkan kekayaannya
  2. Manajemen berkeinginan memperoleh kredit sebesar mungkin dengan bunga rendah sedangkan kreditor hanya ingin memberi kredit sesuaidengan kemampuan perusahaan
  3. Manajemen berkeinginan membayar pajak sekecil mungkin sedangkan pemerintah ingin memungut pajak setinggi mungkin

 

Media komunikasi yang umum digunakan untuk menghubungkan pihak-pihak ini adalah lapoean keuangan. Menurut (Belkaoi, 2000:156) laporan keuangan merupakan salah satu sumber utama informasi keuangan yang sanagt penting bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga merupakan sarana untuk mempertanggung jawabkan apa yang dilakukan oleh manajemen aas sumber daya pemilik.

Salah satu cara menajemen untuk mengatasi permasalahan pertentangan kepentingan antara pihak internal dan eksternal perusahaan adalah dengan melakukan menajemen laba. maajemen laba dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan dengan sengaja, dalam batasan General Accepted Accounting Principles (GAAP),untuk mengarah pada suatu tingkat yang diinginkan atas laba yang dilaporkan. Manajemen laba yang sering dilakukan manajemen adalah dengan peralatan laba (income smoothing). Perataan laba dilakukan karene informasi laba merupakan sasaran utama dari informasi laporan keuangan yang dipublikasikan bagi pihak eksternal. Perataan laa dilakukan untuk mengurangi fluktuasi dari laba yang dilaporkan dan meningkatkan kemampuan investor meramalkan arus kas masa datang (Ronen dan Sadan, 1975, 1981 dalam Prasetio dkk, 2002). Menurut Illainir (1993) Perataan laba meliputi penggunaan teknik-teknik tertentu untuk memperkecil atau memperbesar jumlah laba pada periode sebelumnya. diharapkan dengan perataan laba akan menguntungkan bagi pemegang saham serta penilaian aterhadap kinerja manajemen.

Praktek perataan laba merupakan fenomena yang umum dilakukan di banyaknegara. Namun demikian praktek perataan laba ini, jika dilakukan dengan sengaja dan dubuat-buat dapat menyebabkan pengungapan laba yang tidak memadai atau menyesatkan. sebagai akibatnya, investor mungkin tidak memperoleh informasi akurat mengenai laba untuk mengevaluasi hasil resiko dari portofolio mereka. Oleh karena itu perlu dideteksi lebih dini lagi apakah perusahaan akan melakukan praktek laba atau tidak dan faktor-faktor apa yang dapat mempengaruhinya.

isu (income smoothing) perataan laba telah banyak didiskusikan dalam literatur akuntansi untuk beberapa dekade White (1970) melaporkan bahwa terdapat probabilitas perusahaan melakukan perataan laba dengan tingkat signifikasi 0.025. Borneo et al (1976) dalam penelitiannya telah memberi bukti bahwa perusahaan melakukan perataan laba melalui manipulasi atas item-item pos luar biasa (extra ordinary items). Sementara Ashari et al (1994) melaporkan bahwa terdapat indikasi tindkan perataan laba dan laba operasi merupakan sasaran umum yang digunakan untuk melakukan perataan laba, serta tindakan perataan laba cendrung dilakukan oleh perusahaan yang profitabilitasnya rendah, dan peusahaan dalam industri yang beresiko (Assih danGudono, 2000)

Penelitian mengenai laba juga telah dilakukan di indonesia :

  1. Ilmainir (1993)
  2. Zuhroh (1997)
  3. Jin dan Machfoedz (1998)
  4. Salno dan Baridwan (2000)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: