Just another WordPress.com site

 

1.    Judul                     : Titian Kasih

2.    Penulis                  : Sakti Wibowo

3.    Terbit                   : juni 2005 (rabiul awal 1426 H)

4.    Jenis                     : kumpulan cerpen muslimah

5.                                        Sinopsis              :

Seorang anak yang sangat menjaga perasaan neneknya karena ia tidak mau makan makanan yang ia tahu bahwa makanan itu diperoleh dari uang hasil pekerjaan neneknya yang tidak halal (rentenir). Ia rela memakai uang jajannya dan uang hasil pekerjaannya yaitu menjual pakaian muslim untuk membeli beras dan mencampurnya dengan beras neneknya yang ada di dapur. Ia melakukan hal tersebut karena ia tidak ingin makanan yang berasal dari uang haram masuk ke dalam tubuhnya. Ia pun mencampur beras tersebut untuk mengurangi keharaman makanan yang akan ia makan bersama neneknya. Untuk menjaga perasaan neneknya, ia mencampuri makanan tersebut secara diam-diam. Ia juga menyelipkan sejumlah uang tertentu untuk membayar listrik karena ia juga tidak mau ada ‘cahaya’ yang dibayar dengan uang syubhat yang digunakan untuk belajar dan aktivitas lainnya. Dwi adalah anak piatu, ayahnya bekerja di luar kota dan ia diberi kepercayaan untuk menjaga neneknya yang mengalami pengapuran tulang. Saat uang jajannya hamper habis. Ia mendapat surat yang mengatakan bahwa ayahnya tidak dapat mengirimkan uang seperti biasa selama tiga bulan karena harus menyelesaikan masalah rumah yang ditinggali dwi dan neneknya yang ternyata tanahnya masih sengketa. Setelah membaca surat tersebut dwi pun terkejut dan tiba-tiba pusing serta tak sadarkan diri. Ketika sadar, ia melihat wajah neneknya yang sedikit keriput sedang memeandangunya dengan wajah haru. Dwi terkena tipes yang diawali dengan sakit mag yang disepelekan. Selama sepekan, ia terus dibelikan bubur oleh neneknya. Tetapi ia sangat ragu untuk memakan bubur tesebut. Dan ia memutuskan untuk tidak memakannya. Setelah dua hari, sahabatnya Rani datang. Setelah dwi sembuh, dalam benak hatinya ia ingin sekali mengatakan kepada neneknya bahwa ia tidak senang apabila ia dan neneknya tidak sependapat dengan pekerjaan neneknya. Dengan hati yang yakin dan tawakkal kepada Allah dwi pun mengatakan kejanggalan yang selama ini ia rasakan. Dengan kata-katanya yang lembut, tegas dan bijaksana ia telah membuat neneknya berlinangan air mata dan menangis tersedu-sedu.

 

6.                                        Tanggapan          :

Menurut saya cerpen “Titian Kasih” baik karena di dalam cerpen ini  bercerita tentang seorang anak yang sangat menyayangi neneknya dan tidak ingi membuat neneknya tersinggung walaupun ia tahu bahwa neneknya memiliki pekerjaaan yang haram. Ia menasehati neneknya pelan-pelan hingga hati neneknya luluh dan menyadari akan kesalahannya. Dan dari cerpen tersebut saya mendapat kesimpulan bahwa cinta tidak harus sependapat. Walaupun dwi tidak sependapat dengan neneknyua, ia tetap saying dan cinta kepada neneknya.

Comments on: "RESENSI CERPEN TITIAN KASIH" (3)

  1. ada Cover’y gk??
    terimakasih sebelumnya…. 😉

  2. pengen liat kelebihan dan kekuranganya…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: