Just another WordPress.com site

Dana Pensiun

PENGERTIAN

Dana Pensiun adalah badan hukum yang mngelola dan menjalankan program yang rnenjanjikan manfaat pensiun. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dana pensiun merupakan lembaga atau badan hukum yang mengelola program pensiun, yang dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan suatu perusahaan terutama yang telah pensiun. Penyelenggaraan program pensiun tersebut dapat dilakukan oleh pemberi kerja atau diserahkan kepada lembaga lembaga keuangan yang menawarkan jasa pengelolaan program pensiun, misalnya bank-bank umum atau perusahaan asuransi jiwa.

TUJUAN

Penyelenggaraan suatu program pensiun, terutama dari sisi pemberi kerja, dapat dilihat dari dua aspek yaitu aspek ekonomis dan aspek sosial. Yang dimaksud dengan aspek ekonomis adalah usaha pemberi kerja untuk menarik atau mempertahankan karyawan perusahaan yang memiliki potensi, cerdas, terampil dan produktif, yang dapat diharapkan untuk mengembangkan perusahaan. Sedangkan, aspek sosial berkaitan dengan tanggung jawab sosial pemberi kerja; bukan saja kepada karyawannya pada saat karyawan yang bersangkutan tidak lagi mampu bekerja, tetapi juga kepada  keluarganya pada saat karyawan tersebut meninggal dunia. Kedua aspek tersebut sebenarnya hanya dilihat dari sisi perusahaan (pemberi kerja).

Tujuan penyelenggaraan program pensiun – baik dari kepentingan pemberi kerja maupun dari karyawan – dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pemberi Kerja. Tujuan mengadakan suatu program pensiun bagi perusahaan atau pemberi kerja adalah sebagai berikut:

  1. Kewajiban moral. Perusahaan mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan pada saat mencapai usia pensiun.
  2. Loyalitas. Dengan diadakannya program pensiun, karyawan diharapkan akan mempunyai loyalitas dan dedikasi terhadap perusahaan.
  3. Kompetisi pasar tenaga kerja. Dengan memasukkan program pensiun sebagai suatu bagian dari total kompensasi yang diberikan kepada karyawan, diharapkan perusahaan akan memiliki daya saing dan nilai lebih dalam usaha mendapatkan karyawan yang berkualitas dan profesional di pasaran tenaga kerja.

Karyawan. Tujuan pengadaan suatu program pensiun bagi karyawan atau peserta antara lain adalah:

  1. Rasa aman terhadap masa yang akan datang, dalam arti tetap memiliki penghasilan pada saat mencapai usia pensiun,
  2. Kompensasi yang lebih baik karena karyawan mempunyai tambahan kompensasi, meskipun baru bisa dinikmati pada saat mencapai usia pensiun/berhenti bekerja.

 

MANFAAT PENSIUN

Manfaat pensiun pada prinsipnya berkaitan dengan usia di mana peserta berhak untuk mengajukan pensiun dan mendapatkan manfaat pensiun.

Manfaat pensiun dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Pensiun normal

b. Pensiun dipercepat

c. Pensiun ditunda

d. Pensiun cacat

 

Pensiun Normal (Normal Retirement)

Usia pensiun normal adalah usia paling rendah di mana karyawan berhak untuk pensiun tanpa perlu persetujuan dari pemberi kerja, dengan memperoleh manfaat pensiun penuh. Usia pensiun normal tersebut biasanya ditentukan dalam suatu peraturan dana pensiun, di mana karyawan berhak untuk pensiun penuh. Seringkali, karyawan memohon mengajukan pensiun bukan pada rata-rata usia pensiun karyawan yang sesungguhnya. Di Indonesia, usia pensiun normal karyawan umumnya berkisar 55 tahun.

 

Pensiun Dipercepat (Early Retirement)

Program pensiun biasanya mengizinkan karyawan untuk pensiun lebih awal sebelum mencapai usia pensiun normal. Kadang-kadang, karena satu dan alasan lain, karyawan mengajukan per­mohonan kepada pemberi kerja agar masa pensiunnya dipercepat. Ketentuan pensiun dipercepat ini biasanya telah diatur dalam peraturan dana pensiun di mana karyawan dimungkinkan untuk pensiun lebih awal daripada usia pensiun normal dengan persyaratan khusus juga yaitu setelah mencapai usia tertentu misalnya 50 tahun, harus memenuhi masa kerja minimum misalnya 10,15 atau 20 tahun, dan memerlukan persetujuan dari pemberi kerja.

 

Pensiun Ditunda (Deffered Retirement)

Dewasa ini, banyak orang beranggapan bahwa, secara sosial-ekonomis, tidak tepat memaksa seorang karyawan untuk pensiun hanya karena ia telah mencapai usia kronologis tertentu. Beberapa pendapat mengatakan bahwa pemaksaan pensiun bagi karyawan yang masih sehat mental dan fisik akan meningkatkan tingkat mortalitas. Sehubungan dengan ihi, banyak pemberi kerja, terutama di Amerika Serikat dan Kanada yang dahulunya menggunakan keharusan pensiun pada saat mencapai usia pensiun normal, memperkenankan karyawannya yang masih sehat mental dan fisik untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun normal.

 

Pensiun Cacat (Disable Retirement)

Pensiun cacat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan usia peserta. Akan tetapi, karyawan yang mengalami cacat dan dianggap tidak lagi cakap atau mampu melaksanakan pekerjaannya berhak memperoleh manfaat pensiun. Manfaat pensiun cacat ini biasanya dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun normal, di mana masa kerja diakui seolah-olah sampai usia pensiun normal dan penghasilan dasar pensiun ditentukan pada saat peserta yang bersangkutan dinyatakan cacat.

 

SISTEM PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN

Cara pembayaran manfaat pensiun (benefit) kepada karyawan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

a. Pembayaran secara sekaligus (lump sum)

b. Pembayaran secara berkala (anuity)

 

 

 

 

 

Besarnya Manfaat Pensiun

Kesejahteraan karyawan dalam bentuk pensiun dapat dipandang sebagai hak karyawan dan dapat dianggap sebagai penghasilan atau gaji yang ditangguhkan (deferred payment of income). Atau dengan kata lain merupakan kesejahteraan tertunda selama karyawan bekerja, dalam bentuk tambahan gaji yang diterimanya setiap bulan, tetapi baru akan diberikan pada saat karyawan tersebut telah mencapai usia pensiun atau tidak dapat bekerja lagi atau meninggal. Berdasarkan filosofi tersebut, maka besarnya manfaat pensiun karyawan biasanya dikaitkan dengan faktor-faktor masa kerja (year of service) dan penghasilan/gaji.

 

PERATURAN DANA PENSIUN

Program pensiun atau pension plan selalu dituangkan dalam suatu perjanjian antara pemberi kerja dengan karyawan. Perjanjian ini biasanya berbentuk suatu peraturan yang lazimnya disebut dengan peraturan dana pensiun, yang berlaku baik bagi karyawan maupun pemberi kerja. Di dalam peraturan tersebut, diatur semua hak dan kewajiban kedua belah pihak. Pada hakikatnya, peraturan pensiun ini adalah bagian dari perjanjian kerja (labor agreement).

Hal-hal penting yang umumnya diatur di dalam suatu peraturan pensiun antara lain meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Siapa yang berhak menjadi peserta.
  2. Manfaat apa saja yang akan diberikan dan dalam bentuk apa.
  3. Kapan dapat dinikmatinya dan berapa besar manfaat yang dijanjikan kepada peserta.
  4. Sumber pembiayaannya.

Dasar Pensiun

Untuk menghitung besarnya manfaat pensiun, gaji yang berhak diterima oleh karyawan (peserta) setiap bulan ditetapkan sebagai penghasilan dasar pensiun.

 

Besarnya Manfaat Pensiun

Manfaat pensiun, yang dibayarkan kepada karyawan pada saat pensiun diatur dalam peraturan dana pensiun. Manfaat pensiun untuk program pensiun manfaat pasti antara lain sebagai berikut:

a. Besarnya manfaat pensiun karyawan sebulan ditetapkan misalnya 2.5% dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja, dengan ketentuan bahwa:

1) Manfaat pensiun karyawan sebulan adalah sebanyak-banyaknya 75% dari penghasilan dasar pensiun.

2) Manfaat pensiun karyawan sekurang-kurangnya 50% dari penghasilan dasar pensiun.

b.Besarnya manfaat pensiun janda/duda sebulan adalah 50% dari pensiun peserta.

c.Besarnya manfaat pensiun anak yatim/piatu sebulan adalah 100% dari besarnya pensiun janda/duda.

 

Iuran Pensiun

Ketentuan iuran pensiun dalam peraturan dana pensiun diatur sebagai berikut:

a. Setiap karyawan peserta wajib membayar iuran 5% dari penghasilan dasar pensiun setiap bulan.

b. Perusahaan membayar iuran sebesar 5% dari total gaji karyawan, ditambah dengan iuran untuk mengatur dana yang seharusnya tersedia (initial liability). Besarnya iuran pemberi kerja tersebut dapat pula ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaris.

c. luran dari karyawan dan pemberi kerja sudah harus disetorkan kepada Dana Pensiun selambat ­lambatnya, misalnya tanggal 15 bulan berikutnya.

 

JENIS PROGRAM PENSIUN

Program pensiun yang umumnya dipakai di perusahaan swasta dan perusahaan milik negara maupun bagi karyawan Pemerintah terdiri atas 2 (dua) jenis yaitu  :

  1. Program Pensiun Manfaat Pasti dan
  2. Program Pensiun Iuran Pasti

 

Program Pensiun Manfaat Pasti

Program pensiun manfaat pasti atau sering disebut defined benefit plan adalah suatu program pensiun yang memberikan formula tertentu atas manfaat yang akan diterima karyawan pada saat mencapai usia pensiun. Atas dasar formula manfaat tersebut, besarnya iuran yang diperlukan dihitung oleh aktuaris. Perbandingan iuran karyawan dan pemberi kerja bervariasi tergantung pada kesepakatan yang dicapai. Namun pada umumnya iuran pemberi kerja lebih besar daripada iuran karyawan.

Formula yang umum digunakan untuk menentukan besarnya manfaat pensiun untuk program pensiun manfaat pasti terdiri atas:

 

Final Earning Pensiun Plan.

Perhitungan besarnya manfaat pensiun menurut formula final earn­ing pension plan ini dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji terakhir peserta pada saat mencapai usia pensiun, yang biasanya ditetapkan maksimum masa kerja (past services) misalnya 30 tahun. Formula perhitungan adalah sebagai berikut

 

.

 

Final A

verage Earning.

Perhitungan manfaat menurut formula filial average earning pada dasarnya hampir sama dengan formula final earnings di atas, namun perhitungannya dilakukan berdasarkan rata-rata gaji pada beberapa tahun terakhir saja, misalnya 3 atau 5 tahun terakhir. Formula yang digunakan adalah:

 

Sebagai contoh, peserta menerima pensiun sebesar 2,5% dari jumlah masa kerja dan jumlah gaji rata-rata 5 tahun terakhir sebesar Rp l juta/bulan dengan masa kerja (past services) 30 tahun. Maka, jumlah manfaat pensiun yang akan diterima per bulan pada saat pensiun adalah: 2,5% x 30 x Rp 1 juta = Rp750.000/per bulan

Career Average Earnings.

Konsep perhitungan manfaat pensiun berdasarkan formula ca­reer avarege earnings dibandingkan dengan dua formula terdahulu dapat dikatakan kurang populer bagi peserta, terutama pada industri menengah dan besar serta lembaga-lembaga keuangan besar. Karena konsep tersebut memberikan hasil akhir perhitungan yang kurang memuaskan bagi peserta. Cepatnya kenaikan inflasi, terutama pada dekade terakhir ini, menyebabkan formula ini semakin kurang populer karena program tersebut akan memberikan manfaat pensiun yang relatif lebih kecil. Konsep perhitungan career average earnings ini dihitung berdasarkan persentase tertentu terhadap masa kerja dan gaji rata-rata selama masa karir karyawan, dengan formula:

 

Akhir perhitungan manfaat pensiun dari formula di atas memberikan bobot yang sama terhadap gaji pegawai selama masa kerjanya. Dengan alasan tersebut sebenarnya program pensiun ini tidak realistis dari sudut kepentingan karyawan sebagaimana halnya dengan final earnings. Kelemahan program pensiun tersebut adalah lebih kecilnya jumlah pensiun yang diterima pegawai karena penghitungan dilakukan dengan menggunakan gaji dari keseluruhan masa kerjanya sebagai dasar penghitungan pensiun, yang sudah pasti pada tahun-tahun pertama dalam karirnya si pegawai menerima gaji yang relatif kecil. Namun kelebihan formula ini, khususnya bagi pemberi kerja, adalah lebih mudah untuk diadministrasikan dan dimengerti.

Flat Benefit.

Manfaat pensiun dengan program flat benefit didasarkan atas jumlah uang terrentu, untuk setiap tahun masa kerja atau lebih, ditetapkan nilai manfaat pensiun untuk semua karyawan yang pensiun setelah memenuhi masa keija minimum. Misalnya, besarnya pensiun Rp30.000 per bulan untuk setiap tahun masa kerja dengan ketentuan minimum 10 tahun masa kerja. Sekiranya, kaiyawan yang pensiun dengan masa kerja 25 tahun, jumlah pensiun yang diterimanya perbulan dihitung dengan mengalikan besarnya pensiun yang ditetapkan dengan lamanya masa kerja yaitu: Rp30.000 x 25 = Rp750.000 per bulan

 

 

 Kelebihan Program Pensiun Manfaat Pasti

Program pensiun manfaat pasti atau defined benefit plan memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

  1. Lebih menekankan pada hasil akhir.
  2. Manfaat pensiun ditentukan terlebih dahulu, mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji karyawan.
  3. Program pensiun manfaat pasti dapat mengakomodasi masa kerja yang telah dilalui karyawan apabila program pensiun dibentuk jauh setelah perusahaan berjalan.
  4. Karyawan lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai usia pensiun.

 

Kelemahan Program Pensiun Manfaat Pasti

Kelemahan-kelemahan program pensiun manfaat pasti adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan menanggung risiko atas kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi.
  2. Relatif lebih sulit untuk diadministrasikan.

Program Pensiun luran Pasti

Program pensiun iuran pasti atau benefit contribution pension plan adalah program pensiun yang menetapkan besarnya iuran karyawan dan perusahaan (pemberi kerja). Sedangkan benefit yang akan diterima karyawan dihitung berdasarkan akumulasi iuran, ditambah dengan hasil pengembangan atau investasinya.

Program pensiun iuran pasti terdiri atas:

Money Purchase Plan.

Program pensiun money purchase ini menetapkan jumlah iuran yang dibayarkan oleh karyawan dan pemberi kerja, bukan formula perhitungan manfaat pensiun sebagaimana pada defined benefit plan yang telah dijelaskan. iuran dibukukan pada masing­masing rekening peserta (individual account) beserta akumulasi hasil pengembangannya. Manfaat pensiun yang akan dibayarkan diambil dari jumlah tersebut. Jumlah akumulasi iuran dengan hasil pengembangan investasinya sampai masa pensiun digunakan untuk membeli anuitas untuk pembayaran pensiun.

Profit Sharing Plan.

Profit sharing plan adalah program pensiun yang sumber pembiayaannya atau iurannya berasal dan persentase tertentu dari keuntungan yang diperoleh perusahaan sebelum pajak. Oleh karena iuran diambil dari laba perusahaan, maka jumlahnya akan senantiasa berubah-ubah setiap tahun, tergantung dari laba yang diperoleh pada tahun yang bersangkutan. Total iuran tahunan pemberi kerja menurut program pensiun profit sharing ini biasanya dikaitkan dengan laba perusahaan, dengan formula:

 

 

Program pensiun ini tidak menjanjikan keamanan keuangan atau jumlah pensiun yang memadai bagi peserta pada saat masa pensiun. Perusahaan atau pemberi kerja dapat menghindari pembayaran jumlah pensiun yang pasti kepada karyawan dengan menggunakan konsep program pensiunnrofit sharing ini. Di samping itu, hampir tidak mungkin bagi peserta untuk mengestimasi berapa jumlah pensiun yang akan diterima pada saat memasuki usia pensiun. Namun, apabila perusahaan mengalami perkembangan yang pesat, maka jenis program ini akan cukup menguntungkan bagi karyawan. Oleh karena itu, keberhasilan profit shering plan ini sangat dipengaruhi oleh keberhasilan perusahaan (pemberi kerja).

Saving Plan.

Program pensiun dengan saving plan adalah program pensiun yang pada prinsipnya memiliki bentuk yang hampir sama dengan money purchase plan. Perbedaannya terletak dalam hal iuran seluruhnya, di mana dalam program pensiun dengan saving plan. Karyawanlah yang menentukan jumlah iuran tersebut.

 

PROGRAM PENSIUN DENGAN IURAN DAN TANPA IURAN

Program pensiun pada prinsipnya bisa diselenggarakan dengan bentuk contributory atau non­contributory pension plan. Program pension contributory atau program pensiun dengan iuran adalah program pensiun di mana karyawan atau pekerja dan pemberi kerja diwajibkan membayar sejumlah iuran tertentu program pensiun. Di negara-negara maju, pembentukan program pensiun biasanya dilakukan dengan negosiasi dengan pihak wakil pekerja, terutama apabila serikat pekerja di perusahaan tersebut telah berjalan dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sedangkan, non-con­tributary pension plan atau program pensiun tanpa iuran adalah penyelenggaraan program pensiun di mana seluruh biaya program ditanggung oleh pemberi kerja.

Umumnya, program pensiun dilakukan dengan cara contributory. Namun akhir-akhir ini terutama di negara-negara maju, Kanada misalnya, timbul suatu kecenderungan di mana sector ­sektor swasta menyelenggarakan program pensiun dengan tidak mewajibkan pekerja membayar sejumlah iuran atau non-contributory pensiun plan.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari kedua bentuk penyelenggaraan program pensiun tersebut.

 

METODE PEMBIAYAAN PROGRAM PENSIUN

Dalam memperhitungkan biaya untuk penyelenggaraan program pensiun selalu dihadapkan pada pertanyaan: Berapa besar jumlah iuran yang perlu ditetapkan. Untuk menetapkan jumlah iuran tersebut, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

a. Besarnya nilai manfaat atau benefit

b. Usia rata-rata karyawan

c. Skala gaji pemisahaan yang bersangkutan

d. Jumlah masa kerja.

Sehubungan dengan variabel-variabel yang perlu dipertimbangkan tersebut, maka sangat sulit untuk menentukan besarnya biaya suatu program tanpa mengetahui data-data tersebut. Namun menurut pengalaman beberapa perusahaan pemberi kerja total biaya suatu program pensiun dalam kondisi normal dapat diperkirakan berkisar 10%-l5% dari total biaya penggajian, di luar biaya untuk masa kerja lampau (past services).

Dalam melakukan pembiayaan program pensiun, umumnya dikenal dua cara, yaitu pay as you go dan funding system.

 

 

 

Pay As You Go

Dalam metode pcry cas you go atau disebut juga current cost method, pemberi kerja hanya membiayai manfaat pensiun seorang karyawan atau peserta begitu diperlukan di luar gaji terakhir. Metode ini relatif kurang konservatif dibandingkan dengan metode pembiayaan pensiun lainnya dan sebenarnya tidak dilakukan pendanaan sama sekali, karena memang tidak ada dana yang terhimpun atau yang dipupuk dari awal yang berasal dari iuran, seperti halnya dengan contributory plan.

Kelemahan metode ini adalah baik karyawan atau pensiunan jelas tidak memiliki jaminan atau kepastian mendapatkan pensiun. Di samping itu, pemberi kerja akan menghadapi beban biaya yang lebih besar jika jumlah pensiun semakin bertambah. Sedangkan kelebihannya adalah pemberi kerja tidak diharuskan menginvestasikan dana dalam suatu dana pensiun atau perusahaan asuransi jiwa.

Ciri-ciri metode pay as you go antara lain sebagai berikut:

a. Tidak terdapat ketentuan mengenai besarnya manfaat pensiun.

b. Manfaat tidak ditetapkan dan belum dijanjikan.

c. Pensiun merupakan bagian kecil dalam kaitannya dengan kegiatan usaha.

 

Funding System

Funding system adalah metode penumpukan dana yang bersumber dari peserta dan pemberi kerja. Metode ini merupakan metode yang relatif lebih baik daripada sistem pay as you go yang telah dijelaskan di atas. Dengan cara ini penghimpunan dana dilakukan agar dapat dipakai untuk pembayaran manfaat pada masa yang akan datang.

Sumber pendanaan ini diperoleh dari setiap karyawan atau peserta program pensiun maupun pemberi kerja dan biasanya dilakukan sejak saat karyawan menjadi peserta, yang umumnya pada saat karyawan dimaksud telah diangkat sebagai karyawan tetap pada suatu perusahaan.

 

PAST SERVICE LIABILITY

Masalah masa kerja lampau (past service liability) ini akan menjadi unsur pertimbangan yang sangat krusial, terutama dalam hal pendanaan (funding) suatu program pensiun. Pada saat pemberi kerja menyelenggarakan program pensiun untuk karyawan, sudah jelas akan ada beberapa karyawannya yang telah mengabdikan diri selama beberapa tahun sebelumnya pada perusahaan pemberi kerja. karyawan yang telah memiliki masa kerja pada saat program pensiun diselenggarakan, disebut memiliki masa kerja lampau.

Masa kerja lampau ini perlu mendapat penghargaan dari pemberi kerja, sehingga harus ikut diperhitungkan di dalam menentukan besarnya manfaat pada saat karyawan yang bersangkutan pensiun.

 

PENGATURAN DANA PENSIUN DI INDONESIA

Dalam penjelasan UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun disebutkan bahwa dalam rangka upaya memelihara kesinambungan, penghasilan pada hari tua perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih berdaya guna dan berhasil guna. Dalam hubungan ini di masyarakat telah berkembang suatu bentuk tabungan masyarakat yang semakin banyak dikenal oleh para karyawan, yaitu dana pensiun. Bentuk tabungan ini mempunyai ciri sebagai tabungan jangka panjang, yang dapat dinikmati hasilnya setelah karyawan yang bersangkutan pensiun. Penyelenggaraannya dilaku­kan dalam suatu program, yaitu program pensiun, yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta­nya melalui suatu sistem pemupukan dana yang lazim disebut sistem pendanaan.

Sistem pendanaan suatu program pensiun memungkinkan terbentuknya akumulasi dana yang dibutuhkan untuk memelihara kesinambungan penghasilan peserta program pada hari tua. Keyakinan akan adanya kesinambungan penghasilan tersebut menimbulkan ketentraman kerja sehingga akan menimbulkan motivasi kerja karyawan, yang pada gilirannya diharapkan akan meningkatkan produk­tivitas.

 

JENIS DANA PENSIUN DAN PROGRAM PENSIUN

Dana pensiun menurut UU No. 11 Tahun 1992 dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu:

a. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Sejalan dengan ditetapkannya UU No. 11 Tahun 1992 tersebut di atas, maka bagi orang atau badan usaha yang akan menyelenggarakan program pensiun dapat memilih beberapa alternatif sebagai berikut:

a. Mendirikan sendiri Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) bagi karyawan.

b. Membentuk DPPK bersama-sama dengan pemberi kerja lain.

c. Bergabung pada DPPK yang telah didirikan oleh pemberi kerja lain.

d. Mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Program pensiun yang boleh dijalankan menurut ketentuan ini adalah:

  1. Program pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit Plan)

yaitu program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun atau program pensiun lain yang bukan merupakan program pensiun iuran pasti.

  1. Program Pensiun luran Pasti (Defined Contribution Plan)

yaitu program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya ditempatkan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun.

 

Sumber:

http://www.sylabus.web44.net/blk2file/kuliah10.htm

esutomo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/…/Dana+pensiun.doc

http://yogifajarpebrian13.wordpress.com/2011/04/06/pengertian-dana-pensiun/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: