Just another WordPress.com site

PERUSAHAAN ASURANSI

  1. A.    Pengertian
    1. Menurut pasal 246 kitab Undang-Undang Hukum Dagang (UUHD) Republik Indonesia: “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan nama seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan / kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkn akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”
    2. Menurut Prof. Mehr & Cammack, asuransi merupakan suatu alat untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat diperkirakan.
    3. Merurut Prof. Mark R. Green, asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi resiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu.
    4. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, bila ditinjau dari segi hokum adalah; asuransi / pertanggungan adalah perjanjian antara 2 pihak / lebih dimana pihak tertanggung mengikat diri kepada penganggung, dengan menerime premi-premi asuransi untuk memberikan mpenggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan / tanggung jawab hokum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk member pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang yang di pertanggungkan.
  2. B.     Prinsip-Prinsip Pokok Asuransi

Beberapa prinsip pokok asuransi  yang sangat penting yang harus dipenuhi baik oleh tertanggung maupun penanggung agar kontrak atau perjanjian asuransi berlaku (tidak batal).

Adapun priinsip-prinsip pokok asuransi tersebut adalah sedagai berikut:

  1. Prinsip Itikad Baik (Utmost Good Faith)
  2. Prinsip kepentingan yang dapat diasuransikan (Insurable Interest)
  3. Prinsip Ganti Rugi (Indemnity)
  4. Prinsip Subrogasi (Subrogation)
  5. Prinsip Kontribusi (Contribution)
  6. Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cquse)
  7. C.    Produk Asuransi
    1. Asuransi Kerugian

Menutup pertanggungan untuk kerugian karena kerusakan atau kemusnahan harta benda yang dipertanggungkan karena sebab-sebab atau kejadian yang dipertangungkan. Dalam asuransi kerugian, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila terjadi kerusakan / kemusnahan atas harta benda yang dipertanggungkan maka ganti kerugian akan dibayarkan kepada tertanggung.

  1. Asuransi Jiwa

Menutup pertanggungan untuk membayarkan sejumlah santunan Karena meninggal atau tetap hidupnya seseorang dalam jangka waktu tertanggung. Dalam asuransi jiwa, penanggung menerima premi dari tertanggung dan apabila tertanggung menginggal, maka  santunan (uang pertanggungan) dibayarkan kepada ahli waris atau seseorang yang ditunjuk dalam polis sebagai penerima santunan.

  1. Produk Asuransi Kerugian

v  Asuransi Kebakaran

v  Asuransi Angkatan Laut

v  Asuransi Kendaraan Bermotor

v  Asuransi Kerangka Kapal

v  Construction All Risk (CAR)

v  Property / Industrial All Risk

v  Asuransi Customs  Bond

v  Asuransi Surety Bond

v  Asuransi Kecelakaan Diri

v  Asuransi Kesehatan, dll

  1. Produk Asuransi Jiwa

v  Asuransi Jiwa Murni (Whole Life Insurance)

v  Asuransi Jiwa Berjangka Panjang

v  Asuransi Jiwa Berjangka Pendek (Term Insurance)

  1. Produk Asuransi Kerugian dalam Program Asuransi Sosial

v  Asuransi kecelakaan diri yang dikeluarkan PT. Jasa Raharja,

v  Asuransi kesehatan dan tabungan hari tua yang dikeluarka oleh PT. Jamsostek

 

  1. Produk Asuransi Jiwa dalam Program Asuransi Sosial

v  Program dana pensiun dan tabungan Hari Tua bagi pegawai negeri dan ABRI yang diselenggarakan oleh PT. TASPEN dan PT. ASABRI

  1. Pengertian Tarif

Tarif asuransi adalah suatu harga satuan dari suatu kontrak asuransi tertentu, untuk objek pertanggungan tertentu, terhadap resiko tertentu, dan digunakan untuk masa depan tertentu pula.

  1. Objek Pertanggungan

Objek pertanggungan adalah semua objek (property dan manusia) yang dapat dipertanggungkan aturannya karena kemungkinan akan mengalamin suatu resiko yang dapat menimbulkan kerugian ditinjau dari segi keuangan. Contoh : rumah, mobil, kesehatan, pengangkutan barang, dll

  1. Surat Permintaan Penutuan Asuransi (SPPA)

SPPA adalah formulir isian yang harus diisi oleh calon tertanggung dalam rangka penutupan asuransi yang akan digunakan oleh penanggung untuk mengevaluasi tingkat resiko dari objek pertanggungan tersebut.

 

  1. D.    Fungsi Asuransi

 

  1. Transfer Resiko

Dengan membayar premi yang relative kecil, seseorang / perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi.

  1. Kumpulan Dana

Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagai dana untuk membayar resiko yang terjadi.

  1. E.     Teknik Pemecahan Asuransi
    1. Dari Segi Ekonomi
  • Tujuan: untuk mengurangi ketidakpastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan / mencapai tujuan.
  • Teknik: dengan cara mengalihkan resiko pada pihak lain dan pihak ain mengkombinasikan sejumah resiko yang cukup besar, sehingga dapat diperkirakan dengan lebih tepat besarnya kemungkinan terjadinya kerugian.
  1. Dari Segi Hukum
  • Tujuan: memindahkan resiko yang dihadapi oleh suatu objek / suatu kegiatan bisnis kepada pihak lain.
  • Teknik: melalui pembayaran premi oleh tertanggung kepada penanggung dalam kontrak ganti rugi (polis asuransi), maka resiko beralih ke penanggung.

 

  1. Tujuan Asuransi
  • Memberikan jaminan perlindungan dari resiko kerugian yang diderita satu pihak.
  • Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
  • Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti atau membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
  • Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan (sesuatu yang di tanggung atau di asuransikan) yang diberikan oleh peminjam uang.
  • Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
  • Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha pada saat ia tidak dapat berfungsi (bekerja)

 

  1. Syarat Sah Asuransi
  • Syarat sah suatu perjanjian asuransi diatur dalam pasal 1320 KUH perdata, yaitu :
    1. Adanya kesepakatan antara kedua belah pihak
  • 2. Adanya kecakapan para pihak untuk membuat perikatan
  • 3. Mengenai suatu hal tertentu
  • 4. Adanya suatu sebab yang halal atau kausa yang halal

 

  1. Sifat – sifat Asuransi
  • a. Asuransi timbul berdasarkan suatu perjanjian.
  • b. Asuransi itu adalah perjanjian bersyarat.
  • c. Perjanjian asuransi bersifat timbal balik.
  • d. Tujuan dari asuransi untuk mengalihkan resiko kepada penanggung.
  • e. Adanya kewajiban tertanggung untuk membayar premi.
  • f. Tertanggung akan menerima ganti rugi (indemnitiet) sejumlah yang diderita dari penanggung.
  • g. Dalam perjanjian asuransi itu pada pihak tertanggung harus melekat sifat mempunyai kepentingan atas peristiwa yang tidak tentu.

 

Resiko adalah beban kerugian yang diakibatkan karena suatu peristiwa diluar kesalahan.kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak dapat diduga  atau tidak diinginkan. Jadi merupakan ketidakpastian atau kemungkinan terjadinya sesuatu, yang bila terjadi akan mengakibatkan kerugian.

  • Resiko mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :
  • Merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
  • Merupakan ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.
  • Resiko juga dapat dibedakan dengan berbagai macam cara, yaitu:

1. menurut sifatnya

  • Resiko Murni (resiko yang tidak disengaja), adalah resiko yang apabila terjadi tentu menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa disengaja.

Contoh : resiko terjadinya kebakaran, bencana alam, pencurian, dsb

  • Resiko Spekulatif (resiko disengaja), adalah resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan, agar terjadinya ketidakpastian memberikan keuntungan kepadanya.

Contoh : resiko produksi, resiko moneter (kurs valuta asing).

  • Resiko Fundamental, adalah resiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita tidak hanya satu atau beberapa orang saja, tetapi banyak orang.

Contoh : resiko perang, polusi udara.dsb.

  • Resiko Khusus, adalah resiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kandas, pesawat jatuh, tabrakan mobil dan sebagainya.
  • Resiko Dinamis, adalah resiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan (dinamika) masyarakat di bidang ekonomi, ilmu dan teknologi, seperti resiko keuangan, resiko penerbangan luar angkasa.
  • Resiko Statis, merupakan kebalikan dari resiko dinamis seperti resiko hari tua, resiko kematian dan sebagainya.

2. Menurut sumber atau penyebab timbulnya

  • Resiko Intern, yaitu resiko yang berasal dari dalam, : kebakaran yang berasal dari rumah si tertanggung sendiri
  • Resiko ekstern, yaitu resiko yang berasal dari luar , seperti resiko kebakaran dari rembetan rumah yang bersebelahan, bencana alam, pencurian, perampokan dan sebagainya.

Sumber:

http://www.gudangmateri.com/2010/05/asuransi-dan-perkembangannya.html

http://fachriceg.blogspot.com/2011/04/perusahaan-asuransi-materi-kuliah-non.html

www.infoanak.com/tag/perusahaanasuransi/

asuransi21.wordpress.com/category/artikel-asuransi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: