Just another WordPress.com site

HUKUM PERIKATAN

Perikatan/Perutangan terjemahan dari Verbintenis
Obyek Perikatan Prestasi (Ps. 1234)
– dapat dinilai dengan uang
Peraturan – Aanvullendrecht
(hukum pelengkap)
Pengaturan – Open System
(sistem terbuka)
Asas-asas antara lain:
– Kebebasan berkontrak Ps. 1338: 1
Pembatasan Ps. 1337
– Asas konsensualisme Ps. 1320
– Asas mengikat Ps. 1338: 1
– Asas kepribadian Ps. 1315 dan Ps. 1340
– Asas kepercayaan Ps. 1338: 1
Asas iktikad baik Ps. 1338: 3
* Haftung tanpa Schuld.
Kreditur Berhak atas prestasi
WANPRESTASI
Wanprestasi adalah prestasi yang tidak terpenuhi.
Ada dua alasan:
1. Karena kesalahan, kesengajaan, kekhilafan dari debitur Wanprestasi.
2. Karena keadaan memaksa Overmacht.
Ada empat bentuk wanprestasi:
1. Debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali.
2. Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak baik/keliru.
3. Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak tepat waktunya (terlambat).
4. Prestasi yang bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam perjanjian.
Dalam Wanprestasi tentu ada kelalaian/alpa,
Kesengajaan, cidera janji.
kesalahan
Sanksi dari wanprestasi:
1. Ganti Rugi
Biaya
Ganti Rugi Rugi
Bunga
Pembatasan Ganti Rugi: – 1247
– 1248
– 1250
2. Pembatalan Ps. 1266 KUHPerdata
3. Peralihan risiko Ps. 1237: 2
4. Pembayaran ongkos perkara
Untuk terjadinya wanprestasi, kreditur dapat berupaya:
1. Tuntutan ganti rugi dan lain-lain.
2. Reele Executie (Eksekusi Nyata)
3. Parate Executie (Eksekusi Langsung)
Penetapan lalai diperlukan/tidak diperlukan:
Tidak diperlukan :
– Tidak memenuhi prestasi sama sekali.
– Prestasi berarti bagi kreditur jika dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan (Ps. 1243 KUHPerdata)
Misal: Penjahit pakaian pengantin.
– Debitur melanggar perikatan untuk tidak berbuat.
– Dalam persetujuan sudah ditentukan adanya vervaal termijn.
– Dalam pemenuhan prestasi yang tidak baik dan membawa akibat positif.
Contoh: Penyerahan kuda sakit menular pada kuda yang lain.
Diperlukan :
– Tidak ada vervaal termijn.
– Pemenuhan prestasi tidak baik menimbulkan akibat negatif.
* Pernyataan lalai disebut sommatie / somasi yaitu: surat teguran dari Pengadilan Negeri atau ingebreke steling yaitu: surat teguran dari kreditur tidak melalui Pengadilan Negeri.
Akibat wanprestasi ganti rugi berupa : Biaya, Kerugian, Bunga.
Kerugian : 1. Dapat diduga sepatutnya.
2. Sebagai akibat langsung dari wanprestasi.
Reele Executie atau Eksekusi Nyata
Syarat: Putusan Hakim memberi kuasa kepada kreditur mewujudkan sendiri prestasi yang menjadi haknya dan biaya ditanggung debitur Ps. 1241.
Parate Executie atau Esekusi langsung oleh kreditur tanpa melalui putusan hakim.
Kesulitan : Prestasi untuk memberi sesuatu.
Ps. 1246 ganti rugi terdiri dua hal:
1. Kerugian yang nyata-nyata diderita.
2. Keuntungan yang seharusnya diperoleh.
3. Biaya-biaya.

Macam-macam Perikatan
1. Perikatan murni – Perikatan bersyarat
(Condition) (Conditional obligation)
Syarat tangguh
Perikatan bersyarat
Syarat batal
2. Perikatan dengan ketetapan waktu –> tidak dapat ditagih sebelumm waktunya
3. Perikatan fakultatif
4. Perikatan tangung-menanggung aktif Ps 1278
Perikatan tangung-menanggung pasif Ps 1280
5. Perikatan dapat dibagi – perikatan tidak dapat dibagi
Perikatan dengan ancaman hukuman Ps 1304 supaya debitur memenuhi prestasinya
6. Perikatan wajar perikatan yang tidak disertai dengan sanksi hukum.
Pendapat sempit : sumber perikatan wajar adalah undang-undang Ps 1766, Ps 1788 dan Ps 1967
Pendapat luas: dari undang-undang dan dari kesusilaan dan kepatutan
contoh:
– memberi jaminan hari tua kepada pembantu karena kesetiaannya
– Orang kaya memberi nafkah kepada yang miskin
Perlindungan terhadap kreditur menghadapi wanprestasi:
1. Actio pauliana 1341 KUHPerdata, kecuali dalam hal kepailitan.
2. Eksekusi riil.
3. Parate eksekusi.
4. Penggantian kerugian.
Syarat berdasar 1341:
1. Ditujukan tindakan hukum.
2. Tindakan hukum sukarela.
3. Harus merugikan kreditur.
Zaakwaarneming/Perwakilan Sukarela – Ps. 1354 KUHPerdata (Wakil tanpa
Putusan HGH 31 Januari 1919 Tafsiran Luas
Melawan hukum: Berbuat atau tindak berbuat yang melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum atau bertentangan dengan kesusilaan atau sikap hati-hati sebagaimana patutnya dalam lalu-lintas masyarakat terhadap diri atau barang orang lain.
“Kesalahan” Ukuran subyektif orang dapat mengira-irakan perbuatan dilakukan/tidak dilakukan.
Ukuran obyektif orang tersebut dapat dipertanggungjawabkan: Sehat akal, sudah dewasa, tidak di bawah pengampuan.
Kesalahan dapat ditiadakan karena keadaan memaksa penyelamatan diri, membela diri.
Perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian: materiil dan idiil.
Pihak yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi.
Perbuatan melawan hukum Kerugian
Ada 2 teori:
1. Conditio Sine quanon (Von Buri)
Akibat/kerugian karena beberapa fakta. Di sini semua sebab atau peristiwa/fakta mempunyai kedudukan sama.
2. Adequate Veroorzaking (Von Kries)
Pembuat hanya bertanggung jawab untuk kerugian yang selayaknya dapat diperhitungkan dari perbuatan melawan hukum.
Perikatan Dari Perjanjian
Persetujuan : Ps. 1313 KUHPerdata.
– Kata perbuatan terlalu luas.
– Menggambarkan perjanjian sepihak.
– Pengertian terlalu luas.
– Tanpa menyebut tujuan.
Persetujuan sumber perikatan harus ada unsur:
– Pihak sedikitnya dua orang.
– Persetujuan antara pihak-pihak.
– Tujuan yang akan dicapai.
– Prestasi yang akan dilaksanakan.
– Bentuk tertentu.
– Syarat tertentu sebagai isi perjanjian.
Sifat pengaturan dari Hukum perjanjian bersifat terbuka artinya:
– Dapat/boleh mengadakan perjanjian yang isinya/obyeknya apa saja, baik yang sudah ada maupun yang belum diatur dalam KUHPerdata.
Sifat “peraturannya” sebagai hukum pelengkap/hukum yang mengatur terjemahan dari “Regelenrecht” atau “aanvullenrecht ”.
– Lain dengan sifat “dwingendrecht” yaitu sebagai “hukum pemaksa” .
Asas-asas dalam Hukum Perjanjian
– Asas Kebebasan Berkontrak : Ps. 1338: 1 KUHPerdata.
– Asas Konsensualisme : 1320 KUHPerdata.
– Asas Kepribadian : 1315 dan 1340 KUHPerdata.
•Pengecualian: 1792 KUHPerdata
1317 KUHPerdata
•Perluasannya yaitu Ps. 1318 KUHPerdata.
– Asas Pacta Suntservanda asas kepastian hukum: 1338: 1 KUHPerdata.

* Unsur-Unsur Perjanjian *
– Unsur Essensialia Unsur pokok dalam arti “harus ada ”.
– Unsur Naturalia UU mengatur tetapi dapat disimpaingi (1476 KUHPerdata dan 1491).
– Unsur accidentalia Unsur perjanjian yang ditambahkan, karena UU tidak mengatur.

* Syarat-Syarat Perjanjian *
– Ps. 1320 KUHPerdata
1. Sepakat
2. Kecakapan
3. Suatu hal tertentu
4. Suatu sebab yang halal
•Sepakat = Kesesuaian Kehendak
Pernyataan tidak selalu sesuai dengan kehendak
Ada 3 teori:
1. Teori Kehendak (Wilstheori)
2. Teori Pernyataan (Verklaringst)
3. Teori Kepercayaan (Vertrouwenst)

1. Paksaan (dwang)
Pengertian adalah paksaan jiwa (psychis) bukan paksaan badan (physik).
2. Kekhilafan (dwaling)
– Teori obyektif
Dasarnya: Ukuran umum/masyarakat mengenai hakekat/ unsur essensiilnya.
– Teori subyektif
Dasarnya: Mengenai hakekat/unsur essensiilnya ditentukan oleh para pihak.
– Pertimbangan untuk menentukan adanya kesesatan yang dapat menjadi alasan dimintakan pembatalan yaitu:
•Pihak yang sesat dapat diterima secara layak bahwa dapat mempunyai gambaran yang keliru tentang sifat hakekat obyek perjanjian.
•Kewaspadaan dan kecerobohan pihak yang merasa tersesat.
* Bila ceroboh dan tidak waspada kesesatan tak dapat menjadi dasar pembatalan perjanjian
3. Penipuan (bedrog)
– ada tipu muslihat barangnya
– ada bujuk rayu
* harus ada serangkaian kebohongan.
4.Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van de Omstandigheden) dihubungkan dengan “Kesepakatan pada saat terjadinya perjanjian tetapi juga dapat dihubungkan dengan isinya perjanjian.
Faktor-faktor penyebab:
Misal:
– Faktor ekonomi Perjanjian Riba
– Faktor hubungan kerja
-Faktor Keadaan pasien yang membutuhkan pertolongan dokter
Penyalahgunaan keadaan erat hubungan dengan “Exoneratie clausul ” artinya:
– Pelepasan tanggung jawab, misal: penyimpangan Ps. 1491 KUHPerdata
•Penanggungan terhadap cacat tersembunyi.
Tentang Kecakapan dalam membuat perjanjian harus dibedakan antara “Ketidakcakapan ” dan “Ketidakwenangan ”.

Sumber :

http://lovelycimutz.wordpress.com/2011/05/13/hukum-perikatan/

http://endangmintorowati.staff.hukum.uns.ac.id/2009/11/25/hukum-perikatan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: