Just another WordPress.com site

Resensi Film Rumah Kentang

Awal saya mengetahui bahwa akan diputar film yang berjudul rumah kentang di bioskop tanah air, saya tidak tertarik karena yang ada di benak saya film horror di Indonesia saat ini terkesan dengan porno aksi dan sering menampilkan adegan yang menurut saya kurang pantas dan tidak memaknai serta mencerminkan film horror yang membuat penontonnyatakut dan tengang pada saat menyaksikan. Namun, ketika saya mengetahui bahwa salah satu pemain dari film tersebuat adalah tasya kamilla, penyanyi cilik yang saya kagumi sejak kecil. Saya langsung mencari tahu dan mengakses lewat internet tentang film tersebut. Ternyata, film rumah kentang yang di sutradarai oleh Jose Poernomo dan di produseri oleh Raam Soraya ini sangat menarik. Walaupun film rumah kentang sangat familiar dan pernah diputar, namun versi terbaru ini berbeda. Karena di dalam film ini sama sekali tidak ada unsure porno aksi dan ini merupakan film pertama layar lebar yang dimainkan oleh Tasya. Film Rumah Kentang adalah film horror Indonesia yang diliris pada 4 oktober 2012.
Film Rumah Kentang ini diperankan oleh Shandy Aulia sebagai Farah, Tasya Kamila sebagai Rika, Gilang Dirgahari sebagai kekasih farah, Ki kusumo, Iszur Muchtar, dan pemain – pemain pendukung lainnya. Film ini bercerita tentang seorang mahasihwa (Farah) yang terpaksa kembali dari Melbourne ke Jakarta karena adiknya bernama Rika yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas sendirian setelah beberapa hari ditinggal oleh ibu mereka untuk selamanya. Farah sebagai kaka tertua harus berpikir tegas karena dia menemukan dua hal yang membuat dia bimbang. Tanpa ia ketahui ternyata ibu mereka meninggalkan banyak hutang di bank yang membuat Farah tidak bisa melanjutkan kuliah semester akhirnya lagi di Melbourne. Rikapun tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena ia depresi setelah ia ditinggal oleh orangtua satu – satunya yang mereka miliki. Tantenya (adik ibu mereka) juga tidak dapat membantu karena dia juga mempunyai masalah di keluarganya. Ketika keuangan mereka mulai menipis dan mereka sama sekali tidak ada pendapatan, Farahpun mengambil keputusan untuk keluar dari rumah yang mereka tempati, karena rumah tersebut terlalu besar untuk mereka berdua dan farah tidak sanggup untuk membayar sewa rumah tersebut. Rika yang sedang depresipun menambah kesulitan farah. Sebelum mereka meninggalkan rumah tersebut, pengacara ibu mereka menyampaikan wasiat yang tanpa diketahui bahwa ibu mereka memiliki rumah di kawasan elite. Ini adalah rumah pertama yang dimiliki, ibu mereka piker rumah ini akan dijadikan investasiyang bagus karena berada di daerah yang mewah. Tetapi sampai sekarang, berulang kali rumah itu dijual namun tak pernah laku. Tiga tahun sebelumnya pernah ada yang menyewa, namun setelah beberapa hari menempati rumah tersebut penghuni rumah meninggal dengan tidak wajar dan sampai sekarang tidak diketahui penyebab dari kematiannya. Berita yang didengar adalah bahwa rumah itu rumah kentang yang sering jadi topik pembicaraan warga sekitar. Di dalam rumah itu ada penghuninya yaitu hantu anak kecil. Karena tidak ada pilihan lain, Farah dan Rika terpaksa pindah dan sementara tinggal di rumah itu sampai Farah memiliki pekerjaan dan sanggup menyewa rumah yang cukup untuk mereka berdua. Farah menata ulang rumahitu seadanya. Ia merawat Rika, adik yang selama ini jauh darinya. Rika yang sudah kehilangan kedua orangtuanya berubah menjadi pendiam. Farahpun merasa sendirian. Namun ia tidak benar – benar sendirian, ia merasa ada yang mengawasinya dan mulai terganggu. Beberapa hari tinggal di rumah itu farah meninggalkan adiknya sendirian karena ia mendapat panggilan untuk wawancara pekerjaannya. Namun ketika ia pulang dengan agak larut malam, ia menemukan adiknya sudah tergeletak berlumuran darah dikamar tepat di bawah kasur yang sudah tidak beraturan lagi letaknya. Setelah dibawa ke rumah sakit, Rika koma dan ditemukan ada pendarahan di otaknya. Sebelum Rika jatuh koma, ia sempat membicarakan bahwa di rumah itu ia meliat sosok laki – laki kecil yang sering mengganggu dan ingin menyakitinya. Dan banyak orang yang bilang bahwa rika memiliki penglihatan yang tidak dapat dilihat oleh manusia biasa, rika seperti memiliki indra keenam. Dengan mengetahui mitos bahwa melihat focus ke cermin dengan menyisir rambut sebanyak 5 kali akan membuat seseorang melihat makhluk halus. Farah melakuakan mitos tersebut karena ia ingin melihat sosok yang sering disebut – sebut oleh adiknya. Dan setelah melakukannya ia langsung merasakan kejanggalan dan selalu dihantui oleh anak kecil tersebut. Lambat laun ia tak sanggup dan kekasihnya di Melbourn dating untuk menolongnya. Setelah Farah dan kekasihnya melakukan ritual pemanggilan arwah (jaelangkung). Ia mengetahui jika anak kecil tersebut mati karena di rebus di kuali tempat merebus kentang oleh pembatunya yang kesal dengan anak tersebut. Pembantunya takut aksinya diketahui oleh sang majikan dan untuk meninggalkan jejak serta bukti, dia merebus anak laki – laki itu sampai matang dan dijadikan sup serta di sajikan kepada keluarga majikan. Setelah beberapa tahun keluarga majikan pindah ke luar negri. Dan jiwa anak itu tertinggal di dalam kuali. Setelah Farah dan kekasihnya mengetahui hal tersebut mereka langsung mengubur dan membuang kuali itu beberapa kali namun setelah di buang, kuali tersebut kembali ke dapur tempat anak itu direbus. Dan keesokan harinya kekasih farah tewas di dalam dapur. HAntu anak kecil merasa semua orang yang hadir di rumahnya adalah orang jahat seperti pembatu yang telah menyiksanya. Dan hantu itu tidak suka dengan keberadaan orang lain sehingga ia pasti menyiksa dan membunuh siapapun yang ada di dalam rumah itu. Farah dan Rika terus menerus di ganggu sampai akhir film.
Menurut saya film Rumah Kentang ini adalah film yang bagus dan film yang sangat ditunggu – tunggu oleh para penggemar film horror yang selama ini telah di salah gunakan karena unsure yang kurang pantas. Acting dari masing-masing tokoh juga baik dan sangat mendalami perannya masing – masing. Namun kekurangan dari tokohnya adalah Sandy Aulia yang selalu menggunakan pakaian seksi ketika malam hari. Dan ending dari film inipun tidak begitu jelas dan tidak diketahui keadaan terakhir tokoh utama. Demikianlah seklias resensi dari film Rumah Kentang. Trima kasih telah membacanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: