Just another WordPress.com site

Sekilas Perusahaan
PT Resource Alam Indonesia Tbk. didirikan pada tahun 1981, dengan nama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries (KKGI) yang bergerak di bidang produksi adesif kayu. Pada tahun 1991, KKGI go public dan melakukan pencatatan di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2003, Perseroan berganti nama menjadi PT Resource Alam Indonesia Tbk dan mulai melakukan diversifikasi usaha, dimana Perseroan mulai
memasuki industri batubara. Pada tahun 2006, Perseroan berhasil mengoperasikan 3
(tiga) lokasi pertambangan yang berlokasi di Simpang Pasir, Gunung Pinang dan Bayur. Pada tahun 2010, total produksi batubara sebesar 2.2 juta MT yang terus meningkat menjadi 4.2 juta MT atau pertumbuhan mencapai 91%.

Visi Perusahaan
Menjadi perusahaan tambang yang bertaraf internasional dan mempunyai keunggulan dalam persaingan global yang bersahabat dengan lingkungan.

Misi Perusahaan
1. Menjadi salah satu perusahaan tambang dengan biaya produksi yang rendah
2. Mempunyai semangat kebersamaan dalam semua tim kerja yang solid
3. Memperhatikan faktor-faktor bisnis dan tanggung jawab sosial kemasyarakatan yang nyata.
4. Menjadi perusahaan dengan tata kelola yang baik dan ikut membangun, memajukan, serta mensejahterakan masyarakat sekitar tambang.

Tata Nilai
1. Saling Menghargai
Kami ingin memberi, menghargai dan menghormati seluruh stakeholders kami baik pelanggan, pekerja, komunitas, penanam modal dan juga pemerintah
2. Akuntabilitas / Integritas
Kami ingin dikenal sebagai perusahaan yang jujur dan berintegritas tinggi
3. Efisiensi
Seluruh anggota Perseroan didorong untuk senantiasa meningkatkan efisensi dan mengembangkan inovasi
4. Kepemimpinan
Kami berupaya mengembangkan potensi manusia, finansial dan hasil alam yang dipercayakan kepada kami dengan sebaik-baiknya
5. Kerjasama Tim
Kerjasama Tim dalam Perseroan kami menitik beratkan pada konsep berbagi hasil, mau bertanggung jawab dan mementingkan kinerja bersama daripada keuntungan pribadi

Struktur Perseroan

 

Pangsa pasar PT Resource Alam Indonesia mengambil alih domestic dan juga merambah ke luar negeri seperti China, Korea, dan India.

Auditor Independen
Nama KAP : ERNST and Young
Alamat : Indonesia Stock Exchange Building Tower 2, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
Telp/Fax : +6221 5289 5000 / +6221 5289 4100
E-mail : http://www.ey.com/id

Pendapat Auditor Independen
Auditor Independen berpendapat, sesuai dengan hasil audit kami (Ernst &Young) dan auditor independen lain, laporan keuangan konsolidasian telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Resource Alam Indonesia Tbk dan entitas anak pada tanggal 31 Desember 2012, dan 2011, serta hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Standar Penerapan Akuntansi
a. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia (‘’DSAK’’) serta peraturan-peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Seperti yang diungkapkan dalam catatan-catatan terkait dibawah ini, Perusahaan dan entitas anak menerapkan Pernyataan-pernyataan Standar Akuntasi Keuangan tertentu yang baru atau telah direvisi dan diterbitkan, berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2012, baik secara prospektif maupun retrospektif.
b. Prinsip-prinsip konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan entitas anak (IBP, RAE, PAL, LH, ABM, BPH, KMI) di mana Perusahaan, baik secara langsung atau tidak langsung, memiliki lebih dari 50% kepemilikan saham
Seluruh transaksi material dan saldo akun antar perusahaan (termasuk laba atau rugi yang signifikan yang belum direalisasi) telah dieliminasi.
c. Setara Kas
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan, dan tidak digunakan sebagai jaminan, diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
d. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai perolehan atau nilai realisasi neto. Nilai perolehan untuk barang jadi ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang, sedangkan nilai perolehan untuk bahan baku, bahan pembantu dan bahan bakar ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama, keluar pertama (“FIFO”).
e. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
f. Aset tetap
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), “Aset Tetap”. Penerapan PSAK No.16 (Revisi 2011) tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
g. Aset tak berwujud
Aset takberwujud yang diperoleh secara terpisah diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai jika ada. Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
diamortisasi secara garis lurus selama umur manfaat ekonominya dan dievaluasi apabila terdapat indikator adanya penurunan nilai. Periode dan metode amortisasi ditelaah setidaknya setiap akhir periode pelaporan.
h. Penurunan nilai asset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan entitas anak menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Perusahaan dan entitas anak menentukan nilai terpulihkan dari UPK yang mana aset tercakup (“aset UPK”).
i. Property pertambangan dan asset eksplorasi dan evaluasi
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak telah menerapkan PSAK No. 33 (Revisi 2011), “Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pertambangan Umum” dan PSAK No. 64, ”Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi pada Pertambangan Sumber Daya Mineral”.
j. Pajak penghasilan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak mengadopsi PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan”, yang mengharuskan perusahaan entitas anak untuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, dan transaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
k. Imbalan kerja karyawan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak mengadopsi PSAK No. 24 (Revisi 2010), ”Imbalan Kerja”.
l. Penyisihan untuk pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup
Pengeluaran yang terkait dengan pemulihan, rehabilitasi, dan biaya lingkungan hidup lainnya yang akan timbul selama tahap produksi dibebankan sebagai beban pokok penjualan pada saat kewajiban itu timbul dari gangguan yang terjadi.
m. Sewa
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 30 (Revisi 2011), “Sewa”. Penerapan PSAK No.30 (revisi 2011) tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
n. Saham tresuri
Saham treasuri dicatat sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai “Saham
Treasuri” dalam bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penjualan saham treasuri diperhitungkan sebagai penambah atau pengurang akun tambahan modal disetor.
o. Pengakuan pendapatan dan beban
1. Penjualan
Pendapatan dari penjualan diakui pada saat seluruh risiko dan manfaat yang signifikan atas barang telah dipindahkan kepada pembeli, umumnya pada saat pengiriman barang sesuai persyaratan penjualan.
2. Pendapatan/Beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (SBE), yaitu suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, untuk nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
3. Pengakuan beban
Beban diakui pada saat terjadinya.
p. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan untuk tahun yang bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan
pada operasi tahun berjalan.
q. Instrument keuangan
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK No. 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
r. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Perusahaan dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi
sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
s. Laba persaham
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011), “Laba per Saham”. Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
t. Informasi segmen
Segmen pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
u. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan dan entitas anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
v. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Signifikan Oleh Manajemen
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode
pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material di periode yang akan datang terhadap nilai tercatat aset atau liabilitas yang terkait.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: