Just another WordPress.com site

Keadaan kantor

Sedikit cerita tentang kondisi tempat dimana saya bekerja.
Awal saya bergabung diperusahaan ini saya begitu senang namun gugup karena ini adalah pertama kali saya bekerja setelah saya menempuh bangku perkuliahan.
Suasana dikantor amat tentram karena banyak yang merangkul dan memberikan saya banyak arahan.
Namun ada beberapa orang yang menurut saya ketika saya berkumpul dengan mereka tidak menemukan titik kenytamanan.
Beberapa hari saya berkumpul namum sedikit hari saya merasa tenang. Dan setelah itu saya putuskan untuk tidak sering berkumpul bersama mereka. Setelah ini saya dipandang seolah2 sebelah mata.
Ketika saya berjalan selalu merasa diperhatikan dan dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Sedih rasanya dikala itu.
Dan saya hanya menjadi pendiam, tak banyak berkata. Sungguh itu bukan pribadi saya yang sebenarnya.
Lambat laun bertambahlah karyawan di tempat saya bekerja, dan saya mendapatkan temen yang mengerti akan keadaan saya. Tanpa saya ketahui ternyata dia adalah anak dari salah satu pimpinan perusahaan.
Barsamanya saya bisa menjadi diri saya sendiri yang selalu bercerita tentang apapun. Namun saya juga tetap tidak nyaman dengan mereka yang selalu memandang setiap karyawan tidak memiliki kemampuan. Dia memiliki jabatan, tetapi menurut saya dia tidak mengerti akan pekerjaannya. Dan ternyata bukan hanya saya yang berpendapat seperti itu.
Dia selalu menyuruh anak buahnya dalam hal apapun. Ketika dia dipersalahkan oleh atasan, bukan sifat dia untujk menerima kesalahan. Dan selanjutnya dia akan mempersalahkan bawahannya didepan umum.
Sungguh hal yang tidak wajar (menurut saya) karena seringnya memarahi karyawan (bawahannya) di depan karyawan yang merupakan divisi lain. Dan dia tidak bias membackup pekerjaan si anak buah.
Karena menurut saya sebuah kepakla bagian harus mengetahui semua pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya. Sangat berbeda dengan dia yang ketika 2 anak buahnya keluar dari perusahaan, dan ada pekerjaan yang harus dilakukan dia panic dan malah menyalahkan anak buahnya yang sudah kelua sambal berteriak2 seolah ini bukan kessalahan dia.
Yang sungguh sangat pedih terdengar ditelinga saya adalah ketika ada pihak luar yang ingin berbicara dengan salah satu anak buah yang keluar tersebut tetapi dia mengatakan bahwa orang tersebut sudah meninggal.
Periiiiiihhh. Periiih. Sediiih saya mendengarnya.
Walaupun saya tidak terlalu akrab dengan anak buahnya tetapi itu bukan hal yang pantas yang dikatakan oleh seorang kepala divisi.
Semoga dia dapat berubah dan tidak lagi menyakiti hati orang lain. Dan semoga orang2 yang sudah terlanjur sakit hati dapat memaafkan dia.
Amiiiin ya allah.
Demikian cerita saya pagi ini.
Semangat mejalani aktifitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: